Property Development, Construction and Management logo
Realtor logo
post cover

Banyak alasan memang untuk segera beli properti walau memang keadaan keuangan masih belum mencukupinya. Walau demikian, memang anda harus melihat keadaan diri anda yang sebagai pembeli properti, untuk hunian atau untuk komersial. Hal ini sebagai cara mengukur tindakan sesuai kemampuan ketika membeli properti dengan keuangan terbatas.

Salah satu yang menjadi fakta keharusan segera beli properti adalah harga bahan bangunan yang selalu naik. Bila bahan bangunan saja selalu naik maka properti pun ikut naik secara otomatis. Ini logika yang paling sederhana yang bisa diterima semua orang tanpa harus mengerti properti. Kalau pun sekedar membeli tanah tanpa bangunan, tanah yang ditunggu untuk dibeli pun bisa naik juga. Kecuali anda membeli properti pada orang yang butuh uang maka harga properti yang anda dapatkan bisa murah.

Harga Properti Selalu Naik

Setiap tahun harga properti selalu naik, hampir dipastikan seperti ini. Kenapa? Banyak hal yang melatarbelakangi naiknya harga properti tiap tahun. Kenaikan pun ada yang sampai 30% diantara kenaikan harga properti lainnya. Tentu, hal ini juga memperhatikan lokasi properti. Bila memang lokasi properti berada di tempat yang strategis untuk kegiatan membuka usaha, maka bisa lebih mahal dari properti yang berada di tempat yang kurang strategis.

Catatan penting adalah, keadaan ini membuat kepentingan memiliki hunian menjadi hal yang menyulitkan. Di saat mengalami inflasi, harga properti naik, tentunya juga sedang mengalami kenaikan berbagai hal kebutuhan pokok yang cukup mengganggu keuangan sebagian orang. Impian pindah hunian ternyata mengalami halangan karena sudah terjadi kenaikan harga properti di tempat yang diinginkan.

 

Penghasilan Anda Tidak Selalu Selaras Dengan Kenaikan Harga Properti

Bila anda beli properti dengan terlebih dulu menabung 1 juta per bulan dari penghasilan anda, lalu memimpikan properti rumah seharga 200 juta, tentu salah cara menabung yang anda lakukan. Karena hanya menghasilkan kurang dari seratus juta, ini pun kalau memang giat menabung. Pas terkumpul 100 juga, ternyata harga properti naik sudah menjadi 300 juta. Hal ini membuat hal sulit malah dipersulit.

Setidaknya anda tidak perlu mengincar target properti yang diluar jangkauan keuangan anda. Anda bukan pebisnis properti yang belum mampu dalam meraup keuntungan 300 juta hanya bermodal 10 juta bahkan tanpa modal setelah beli properti seharga 100 juta.

Keterbatasan Lahan

Menurut hukum Geografi bahwa suatu wilayah memiliki batasan wilayah. Bila memiliki batasan wilayah maka akan ada hukum yang mengatur jumlah hunian. Ketika terjadi lonjakan penduduk di salah satu wilayah, solusi terbaik adalah melakukan migrasi ke wilayah lain guna mendapat hunian yang lebih baik lagi.

Untuk itu, sekedar mengikuti fakta yang terjadi, maka penting untuk membeli properti secepatnya karena pasti pada masa depan akan terjadi keterbatasan lahan. Hal yang masuk akal yang mengikuti terjadinya keterbatasan lahan dan meningkatnya jumlah penduduk, maka akan terjadi kenaikan permintaan. Justru dengan naiknya permintaan membuat harga properti akan menjadi semakin mahal. Jadi, jangan menunda beli properti bila sudah ada kesempatan yang tepat dengan harga yang tepat.

Bisnis Properti Tidak Perlu Keahlian

Bisnis properti dalam arti memiliki aset properti tidaklah memerlukan keahlian yang ribet. Ketika Anda memiliki lahan dengan bukti yang legal berupa SHM, maka Anda sudah berbisnis dengan aman. Properti itu didiamkan saja harganya naik, apalagi jika kita memproduktifkannya. Cukup tanami jika ia berupa kebun atau bangun ruko jika di samping jalan atau bangun rumah untuk dikontrakan jika dalam cluster, maka passive income sudah di depan mata.

 

 

 

1 comment
  • Avatar

    berinvestasi rumah salah satu modal awal

    raden fitri

    27-May-19 [ 16:27 ]

    Reply